Suasana demokrasi
terpancar nyata di lingkungan SMA Negeri 12 Kupang pada Jumat, 11 September
2026. Seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik hingga dewan guru,
terlibat aktif dalam agenda Pemilihan Badan Pengurus OSIS (Pemilos) yang
diselenggarakan layaknya proses pemilihan umum sesungguhnya.
Kegiatan ini
tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan siswa, tetapi juga sarana
edukasi praktis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara
Demokrasi.
Rangkaian dan Suasana Kegiatan
- Administrasi
dan Verifikasi Pemilih: Panitia pemilihan (siswa berseragam Pramuka)
bertugas di meja registrasi outdoor untuk memeriksa daftar hadir pemilih
tetap (DPT) dan membagikan surat suara resmi yang memuat foto pasangan
calon kandidat.
- Penyaluran
Hak Suara di Bilik Pemilihan: Siswa secara tertib dan bergantian
menuju bilik suara tertutup di depan spanduk resmi pemilihan, menjamin
asas Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan
Adil).
- Keterlibatan
Guru dan Tenaga Pendidik: Guru dan staf sekolah turut mendampingi
sekaligus menyalurkan hak suaranya, memberikan teladan keterlibatan aktif
dalam kehidupan berorganisasi.
- Antusiasme
Warga Sekolah: Siswa-siswi tampak antusias menunggu giliran di sekitar
area TPS mini, menciptakan suasana tertib, meriah, dan sportif.
Nilai Pembelajaran Demokrasi bagi Siswa
- Pendidikan
Politik Sejak Dini: Siswa memahami alur kepemiluan mulai dari kampanye
visi-misi, pencoblosan, hingga penghitungan suara secara transparan.
- Tanggung
Jawab dan Partisipasi Aktif: Menanamkan kesadaran bahwa setiap suara
menentukan arah program kerja sekolah setahun ke depan, meminimalisir
sikap golput di masa depan.
- Sportivitas
dan Menghargai Perbedaan: Mengajarkan kandidat dan pendukung untuk
siap menang maupun siap mendukung siapa pun pasangan calon yang terpilih
secara sah.
Melalui pemilihan ini, SMAN 12 Kupang berhasil mengemas
pembelajaran kewarganegaraan menjadi aksi nyata yang membekali siswa dengan
kecakapan kepemimpinan, integritas, dan kedewasaan berdemokrasi.