Osis SMAN 12 Menyelenggarakan Pemilihan ketua osis 2026/2027

Siswa SMAN 12 sedang memberikan hak suara

Suasana demokrasi terpancar nyata di lingkungan SMA Negeri 12 Kupang pada Jumat, 11 September 2026. Seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik hingga dewan guru, terlibat aktif dalam agenda Pemilihan Badan Pengurus OSIS (Pemilos) yang diselenggarakan layaknya proses pemilihan umum sesungguhnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan siswa, tetapi juga sarana edukasi praktis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi.

Rangkaian dan Suasana Kegiatan

  • Administrasi dan Verifikasi Pemilih: Panitia pemilihan (siswa berseragam Pramuka) bertugas di meja registrasi outdoor untuk memeriksa daftar hadir pemilih tetap (DPT) dan membagikan surat suara resmi yang memuat foto pasangan calon kandidat.
  • Penyaluran Hak Suara di Bilik Pemilihan: Siswa secara tertib dan bergantian menuju bilik suara tertutup di depan spanduk resmi pemilihan, menjamin asas Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil).
  • Keterlibatan Guru dan Tenaga Pendidik: Guru dan staf sekolah turut mendampingi sekaligus menyalurkan hak suaranya, memberikan teladan keterlibatan aktif dalam kehidupan berorganisasi.
  • Antusiasme Warga Sekolah: Siswa-siswi tampak antusias menunggu giliran di sekitar area TPS mini, menciptakan suasana tertib, meriah, dan sportif.

Nilai Pembelajaran Demokrasi bagi Siswa

  • Pendidikan Politik Sejak Dini: Siswa memahami alur kepemiluan mulai dari kampanye visi-misi, pencoblosan, hingga penghitungan suara secara transparan.
  • Tanggung Jawab dan Partisipasi Aktif: Menanamkan kesadaran bahwa setiap suara menentukan arah program kerja sekolah setahun ke depan, meminimalisir sikap golput di masa depan.
  • Sportivitas dan Menghargai Perbedaan: Mengajarkan kandidat dan pendukung untuk siap menang maupun siap mendukung siapa pun pasangan calon yang terpilih secara sah.

Melalui pemilihan ini, SMAN 12 Kupang berhasil mengemas pembelajaran kewarganegaraan menjadi aksi nyata yang membekali siswa dengan kecakapan kepemimpinan, integritas, dan kedewasaan berdemokrasi.